Perjalanan Ke Negeri Cibeo

by risko

Mungkin ada sebagian yang mengenal nama Cibeo, karena orang lebih kenal dengan kata Baduy atau kanekes padahal suku baduy itu terbagi atas tiga lokasi dari cikeusik, cibeo dan cikertawana..

singkat cerita, kita pergi jam 06.00 wib hari sabtu dan hari itu sangat cerah.; kita pergi sambil menjemput beberapa orang yang akan ikut ke baduy,..singkat kata kita pergi hampir jam 09.00 dari cianjur. berhubung diperjalanan bnyak ceritanya jd diskip aja…ok.

Gara-gara telatnya wktu nunggu, kita sampai di daerah tujuan sekitar jam 08.00 malam. kita menginap disalah satu kenalan jadi kita beristirhat dan mempersiapkan diri ketempat tujuan besok paginya. skip lagi ye…sekitar subuh kita sudah bersiap untuk pergi ke cibeo. kita berangkat 8 orang berikut guide karena 2 orang tdak ikut. perjalanan yang kita lalui cukup melelahkan bahkan kalu dibilang aneh, karena kita memutar jalan jadi luarbinasa jauhnya…

jam 06 kita start, dan hanya sarapan seadanya dan diharapkan sampai jam 11.00 menurut guide tapi jangankan jam 11 sampai baru saja jalan satu jam sudah ada yang tdak kuat berjalan sudah tidak terhitung rasanya beristirhat..Ada yang menarik sewaktu kita kelaparan dan sampai dikampung  hariang, ternyata warga disana menawarkan makan walaupun hanya lalapan dan sambal seadanya terasa nikmat bagi kami. setelah sekitar 30 menit beristirhat kita lanjutkan lagi perjalanan skitar jam 09 pagi kita baru akan masuk ke perbatasan baduy luar dan ternyata guide kami tdak mengetahui jalan karena katanya jalan sedikt berubah untungnya kami bertemu si abah daus karena mrip ki daus entah siapa namanya tapi kami sebut bah daus saja..dia mau mengantarkan kami dengan sukarela dan bahkan memberikan minuman lahang.

naik-naik kepuncak gunung itulah yang ada dibenakku pada saat itu karena kita berjalan seolah olah tak ada hentinya gunung dan bukit lagi, setelah badan basah kuyup dan ada yang sudah tdak kuat berjalan akhirnya kami sampai jam 12 tepat ke baduy dalam..disana kita hanya bisa mengobrol sedikit karena Pu’un atau ketua adat suku baduy tdak boleh berlama-lama, bahkan seolah olah mengusir kita untuk plang sungguh perjalanan yang lelah dan pas sampai diusir lagi…tapi mungkin itulah privasi mereka untuk menjaga adat istiadatnya..setalah melihat lihat dan mengobrol dengan pu’un kita pun kembali pulang tapi syang mereka tdak mau dipoto dan bahkan tdak mau bersalaman, ktanya menurut kpercayaan mereka jika bersalamn mka mereka dianggap telah kalah dan masuk sebuah agama baru yaitu islam tapi aku tak tau tp bsa saja…tempat kayu baduy dalam

gambar rumah atau tempat ngantornya pu’un..

Perjalanan plang kita, sdeikit menyenangkan karena kita plang kearah sebaliknya dan menggunakan jalan yang relatip tdak naik-naik gunung…he, kita fokuskan tujuan ke warung ke baduy luar yang jaraknya tidak jauh dari perkampungan penduduk hanya dibatasi oleh aliran sungai..jam 02 siang kita sampai di baduy luar mereka boleh dibilang sangat berbeda dengan orang baduy dalam yang kurang ramah, tapi mereka ramah dan terkesan sangat ingin dekat, mereka memberikan makanan minuman kepada kita dan kita juga bisa mengambil foto tanpa execuse…dari segi pakain, rumah peralatan sudah terlihat menerima teknologi bahkan HP yang mereka sebut “siraru” yang dalam bahasa indonesia seperti kunang2..kalau orang baduy dalam mengumpulkan seeng alat masak tradisional yang semakin banyak maka dia semkin kaya, tapi dibaduy luar sudah terlihat perhiasan yang mencolok sbagai bukti dia orang kaya…tapi masih saja tak hanya baduy luar atau dalam mereka enggan bersalaman dengan kita bahkan untuk kata “Punten” pun mereka tdak mengenalnya..

stelah sejam kita beristrhat kita berjalan keluar dari hutan dan sampai dikampung terdekat kita dari sana naik menggunkan ojeg karena tdak kuat berjalan skitar jam 05 00 kita smpai di rumah kenalan,..Tapi ini sungguh pengalaman luar biasa karena perbedaan terlihat mencolok antara baduy dengan warga disekitarnya warga disekitar suku baduy sngat ramah mereka menyapa bahkan anak kecilpun melakukan hal tersebut dan ini sudah terasa bias dikota atau pun diperdaban yang modern, mereka masih percaya akan hal gaib dan msih takut akan perkara tahayul..

smoga bermanfaat crita ini, trimakasih buat yang sudah membacanya dan maaf gambarnya tdak smua bsa ditampilkan…thanks..

Categories: Sosial dan Budaya | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Perjalanan Ke Negeri Cibeo

  1. Fastidious response in return of this difficulty with real arguments and describing everything regarding that.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: