GURU FRUSTASI

BY RISKO

Di bnyak negara profesi guru sangat dihormati, namun dari sisi pandang guru sendiri, guru tidak lepas dari belenggu permasalahan. berdasarkan hasil survei oleh Haris Interactive (2006), beberapa permasalhan guru disajikan diantaranya sbb;

Pertama, Guru yang memandang tidak cukup  waktu merencanakan pembelajaran sebanyak 65%. Kedua, 2 dari 3 Guru menyatakan gaji mereka tidak cuckup sebanyak 64 %. Ketiga, Guru yang memandang membantu siswa secara individual sebagai salah satu tantangan berat sebanyak 60%. Keempat, Sebanyak 30% Guru, Bahwa kata profesional masih jauh dari harapan. Kelima, guru memandang bahwa pelaksanaan pembelajaran di kelas merupakan tantangan berat sebanyak 34%.

ini berarti walaupun tdak seluruhnya tapi sebagian sudah mengalami frustasi awal bagi siswa itu sendiri. menurut situs http:/www.gladlywoulditeach.com. pada sebuah forum diskusi online untuk kelas bahasa inggris terungkap ciri-ciri guru yang menyebabkan frustasi bagi siswanya. berikut beberapa cirinya;

a. Pandangan negatif terhadapkegiatan pembelajaran atau pekerjaan mereka. siswa menyampaikan berkali-kali gagasan mereka bahwa guru2 yang membenci pekerjaanya sndiri diharapkan mencari pekerjaan baru.

b. Sibuk bekerja dan kurang varietas dalam kegiatan dikelas. siswa merasa terganggu oleh tugas2 yang tdak membangun keterampilan dan pengertahuan mereka.

c. Kurang penegtahuan. Guru yang mengajar langsung dari buku memunculkan rasa frustasi kepada siswa karena sering tidak mampu menjawab pertanyaan yang berada diluar konteks seperti diluar buku teks

d. Tidak mengenal bnyak tentang siswanya. Menurut siswa beberapa guru hanya membuat sedikit usaha untuk mengenal muridnya, dan hanya sebagian kecil guru yang melakukan usaha untuk mengetahui dan mengenali nama-nama siswanya.

e. Keengganan untuk menjawab pertanyaan dari siswa. hal ini menurut siswa guru tersebut bersipat arogan dan meremehkan siswa

f. Apati. siswa melaporkan bahwa beberapa guru tdak peduli dengan siswa mereka, kelas, dan kegiatan dalam kelas. siswa sangat cepat menentukan bahwa jika guru tdak peduli tentang proses pembelajaran dikelas, mereka seharusnya juga tdak peduli terhadap guru.

disamping itu, sebgian siswa menyatakan bahwa guru2 mereka kurang mengenali etika pekerjaan yang baik. sbagian gurur hanya membuat beberapa tnda diatas meja kerja, shingga siswa tdak tahu mana yang harus diperbaiki. sikap yang pilih kasih juga menyebabkan siswa frustasi. Meskipun begitu, hampir sebagian besar siswa menaruh rasa hormat kepada gurunya karena menurut mereka sebagian guru telah mempersiapkan pembelajran dengan baik, berpengetahuan, dan sringkali peduli dan inspirasional.

Semoga dngan tlisan ini dapat bermanfaat membuat sya lebih baik dlam mengajar ataupun juga buat yang lainnya….amin

smber:Pedagogi, andragogi, dan heutagogi hal 37-39 by Prof. Dr. Sudarwan Danim

 

 

 

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: