Tips and Tricks Story Teller

Apakabar?, para bloger, para penulis, dst. kali ini saya ingin menulis tentang bagaimana menjadi seorang pencerita yang baik, walaupun saya sebetulnya belum bisa menjadi seorang pencerita yang baik tapi ini hanya share saja ya,.

Memang menjadi seorang pencerita yang baik bahkan profesional itu sangat sulit bahkan mengajarkan kepada anak pun boleh dikatakan susah pula tapi selama kita pantang menyerah mungkin ada jalan dan juga semakin sering kita bercerita maka kita akan semakin baik,..

tips dan trik ini saya simpulkan dan ambil dari beberapa sumber baik itu web ataupun buku jadi seabreg,..hehe berikut tips dan triksnya dibawah ini:

  1. Persiapkan dengan baik, dengan memilih cerita yang dikenal atau yang tidak membuat anak bingung dengan ceritanya. jadi pilihlah cerita yang ringan dan tidak bertele-tele tapi mengandung nilai di dalamnya.
  2. Luangkan waktu untuk berlatih bagaimana untuk menceritakan sebuah cerita. Jangan hanya menyelam ke dalam bercerita tapi berlatihlah dengan alat perekam baik itu kamera ataupun tape recorder.
  3. Persiapkan alat peraga atau media sebagai penunjang cerita, seperti gambar, boneka, dll
  4. Jangan ragu untuk menghapus bagian-bagian yang lambat dalam cerita, tapi jangan lupakan bagian terpenting dari cerita apalagi pada bagian klimaks
  5. Gunakan kata-kata konkret dan simple dalam bercerita, seperti mourn bisa kita ganti dengan cried,..
  6. Pada saat memulai jangan gugup tapi harus percaya diri dan gunakan sebuah pertanyaan yang dapat membuat audiens terbawa suasana seperti “Do you know the Malin Kundang?”, ataupun Anda bisa menggunakan sebuah lagu, gambar sebagai sebuah awalan, yang perlu menjadi catatan bahwa Awalan dan Akhir harus baik,..
  7. Dalam bercerita gunakan suara yang kuat dan percaya diri tapi jangan tergesa-gesa, harus tenang karena intonasi dalam bercerita adalah hal yang penting bagi audiens.
  8. Gunakan bahasa tubuh anda karena dalam bercerita acting sangat diperlukan bahkan audiens akan terbawa oleh suasana yang dibuat oleh anda.
  9. Jangan gunakan mikrofon, banyak kasus yang terjadi menggunakan mikrofon suara menjadi tidak jelas sehingga audiens menjadi malas dan bingung dengan cerita anda. jika audiens nya kurang dari 25 orang maka tidak usah menggunkan mikrofon saja tapi cukup dengan suara yang lantang dan jelas.
  10. Eyes contact,..ya Kontak mata harus digunakan ketika bercerita kenapa karena kontak mata dapat membuat anggota audiens datang kepada saya dan berkata, “Aku merasa seperti Anda sedang berbicara dengan saya secara pribadi.”
  11. Buatlah gerakan anda dengan mudah dan tenang, gerakan anda harus alami dan santai jangan dibuat-buat tapi sebelumnya anda harus memutuskan gerakan tersebut dalam persiapan.
  12. Berlatihlah keterampilan bercerita Anda setiap hari. Orang akan merasa dipupuk, terhibur, dan didukung oleh usaha Anda untuk menjadi seorang pendongeng yang baik.

Dari 12 tip tersebut, mungkin masih ada yang terlewatkan tapi seingat saya dan pengalaman saya selama ini tidak, yang perlu menjadi penekanan adalah menjadi seorang pencerita atau pendongeng harus terus berlatih dan sering tampil sehingga menjadi seorang pendongeng profesional.

mudah-mudahan bermanfaat,.

thankss..

 

 

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: